Pengalaman kuliah di luar negeri adalah hal yang tak terlupakan untuk setiap mahasiswa. “Awalnya aku masih kaget dan harus adaptasi dengan lingkungan baru. Kuliah di UTS Sydney membuatku lebih mandiri. Nilaiku anjlok di semester pertama, karena aku masih penyesuaian dengan dosen dan materi yang diberikan. Tetapi itu semua ga menjadikanku untuk malas belajar. Justru dari situ, aku lebih mandiri dalam belajar atau melakukan apapun dan semuanya bener-bener mandiri. Karena apa yang dipelajarin di kelas beda dengan yang di test. Fasilitas disana yang pasti lebih baik dari di Indonesia. Untuk berhemat juga aku lebih suka minum dari air keran yang gratis. Kemana-mana juga aku prefer jalan kaki dari pada transportasi umum. Naik transportasi umum juga kalau butuh aja sih supaya lebih hemat. Selain itu jalan kaki juga buatku lebih sehat. Disana lebih hemat juga lagi kalau masak daripada beli di luar. Kadang suka makan di luar kalau ada uang lebih. Cuaca juga lebih ekstrim disana daripada di Indonesia, tapi aku gak masalah sih soal ini. Lebih senengnya lagi, aku bisa dapat teman-teman mixed nationalities. Itu suatu keuntungan buatku untuk aku bisa improve dan lebih aktif dalam berbahasa Inggris disana. Selain itu, kalau di Australia aku bisa dapat kesempatan kerja hanya dengan visa student yang Anindo bantu buatkan. Disana aku kerja parttime di café di Sydney selama aku libur musim panas. Salary yang aku dapat bisa buat aku jadikan uang tambahan untuk survive disana. Intinya, aku lebih seneng tinggal di Sydney karena hidupku jadi lebih tertata, lebih sehat karna jarang makan pakai MSG, dan juga lebih bisa mandiri untuk bisa survive sendiri di negeri kangguru.” Sumber dari student Anindo, Rosalia Katya  yang kuliah di UTS Sydney tahun 2019 jurusan Master of Applied Linguistics and TESOL.

Waktu yang dibutuhkan untuk kuliah di luar negeri relatif lamanya dan konsultasikan ke anindo

× How can I help you?